KISAH MENARIK BOCAH AMERIKA YANG MASUK ISLAM

26 10 2010

Rasulullah saw bersabda: ”Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari)

Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas.

Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990 M. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat. Begitu dia bisa membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi. Setelah membaca dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun.

Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari sholat, dan mengerti banyak hukum-hukum syar’i, membaca sejarah Islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar adzan.

Semua itu tanpa bertemu dengan seorang muslimpun. Berdasarkan bacaan-bacaan tersebut dia memutuskan untuk mengganti namanya yaitu Muhammad ’Abdullah, dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan Rasulullah saw yang dia cintai sejak masih kecil.

Salah seorang wartawan muslim menemuinya dan bertanya pada bocah tersebut. Namun, sebelum wartawan tersebut bertanya kepadanya, bocah tersebut bertanya kepada wartawan itu, ”Apakah engkau seorang yang hafal Al Quran ?”

Wartawan itu berkata: ”Tidak”. Namun sang wartawan dapat merasakan kekecewaan anak itu atas jawabannya.

Bocah itu kembali berkata , ”Akan tetapi engkau adalah seorang muslim, dan mengerti bahasa Arab, bukankah demikian ?”. Dia menghujani wartawan itu dengan banyak pertanyaan. ”Apakah engkau telah menunaikan ibadah haji ? Apakah engkau telah menunaikan ’umrah ? Bagaimana engkau bisa mendapatkan pakaian ihram ? Apakah pakaian ihram tersebut mahal ? Apakah mungkin aku membelinya di sini, ataukah mereka hanya menjualnya di Arab Saudi saja ? Kesulitan apa sajakah yang engkau alami, dengan keberadaanmu sebagai seorang muslim di komunitas yang bukan Islami ?”

Setelah wartawan itu menjawab sebisanya, anak itu kembali berbicara dan menceritakan tentang beberapa hal berkenaan dengan kawan-kawannya, atau gurunya, sesuatu yang berkenaan dengan makan atau minumnya, peci putih yang dikenakannya, ghutrah (surban) yang dia lingkarkan di kepalanya dengan model Yaman, atau berdirinya di kebun umum untuk mengumandangkan adzan sebelum dia sholat. Kemudian ia berkata dengan penuh penyesalan, ”Terkadang aku kehilangan sebagian sholat karena ketidaktahuanku tentang waktu-waktu sholat.”
Kemudian wartawan itu bertanya pada sang bocah, ”Apa yang membuatmu tertarik pada Islam ? Mengapa engkau memilih Islam, tidak yang lain saja ?” Dia diam sesaat kemudian menjawab.

Bocah itu diam sesaat dan kemudian menjawab, ”Aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentangnya, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku”.

Wartawab bertanya kembali, ”Apakah engkau telah puasa Ramadhan ?”

Muhammad tersenyum sambil menjawab, ”Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari-hari pertama”. Kemudian dia meneruskan : ”Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut”.

”Apakah cita-citamu ?” tanya wartawan

Dengan cepat Muhammad menjawab, ”Aku memiliki banyak cita-cita. Aku berkeinginan untuk pergi ke Makkah dan mencium Hajar Aswad”.

”Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untuk menunaikan ibadah haji adalah sangat besar. Adakah penyebab hal tersebut ?” tanya wartawan lagi.

Ibu Muhamad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia berkata : ”Sesungguhnya gambar Ka’bah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekarang hanyalah semacam khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius, melainkan mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain”.

Tampaklah senyuman di wajah Muhammad ’Abdullah, dia melihat ibunya membelanya. Kemudian dia memberikan keterangan kepada ibunya tentang thawaf di sekitar Ka’bah, dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan mereka tanpa memandang perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin.

Kemudian Muhammad meneruskan, ”Sesungguhnya aku berusaha mengumpulkan sisa dari uang sakuku setiap minggunya agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah pada suatu hari. Aku telah mendengar bahwa perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar.”

Ibunya menimpalinya seraya berkata untuk berusaha menghilangkan kesan keteledorannya, ”Aku sama sekali tidak keberatan dan menghalanginya pergi ke Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki cukup uang untuk mengirimnya dalam waktu dekat ini.”

”Apakah cita-citamu yang lain ?” tanya wartawan.

“Aku bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin. Ini adalah bumi mereka yang dicuri oleh orang-orang Israel (Yahudi) dari mereka.” jawab Muhammad

Ibunya melihat kepadanya dengan penuh keheranan. Maka diapun memberikan isyarat bahwa sebelumnya telah terjadi perdebatan antara dia dengan ibunya sekitar tema ini.

Muhammad berkata, ”Ibu, engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah, sungguh benar-benar telah terjadi perampasan terhadap Palestina.”

”Apakah engkau mempunyai cita-cita lain ?” tanya wartawan lagi.

Muhammad menjawab, “Cita-citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al Quran.”

“Apakah engkau berkeinginan belajar di negeri Islam ?” tanya wartawan

Maka dia menjawab dengan meyakinkan : “Tentu”

”Apakah engkau mendapati kesulitan dalam masalah makanan ? Bagaimana engkau menghindari daging babi ?”

Muhammad menjawab, ”Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya. Keluargaku mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging babi.”

”Apakah engkau sholat di sekolahan ?”

”Ya, aku telah membuat sebuah tempat rahasia di perpustakaan yang aku shalat di sana setiap hari” jawab Muhammad

Kemudian datanglah waktu shalat maghrib di tengah wawancara. Bocah itu langsung berkata kepada wartawan,”Apakah engkau mengijinkanku untuk mengumandangkan adzan ?”

Kemudian dia berdiri dan mengumandangkan adzan. Dan tanpa terasa, air mata mengalir di kedua mata sang wartawan ketika melihat dan mendengarkan bocah itu menyuarakan adzan

Iklan




Kisah-Kisah Keajaiban Perang di Gaza, Palestina ( Dari Datangnya Pasukan Allah, Pasukan Berbaju Putih Hingga Harumnya Jasad Para Syuhada )

14 06 2010

Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.

Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesulitan.

Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang…(read more)





Berani mencoba

30 05 2010

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya.”Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31.104.00 kali setiap tahun?””Ha?”kata jam terperanjat, “Mana sanggup saya?”

Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari?”Delapan puluh enam ribu empat ratus kali?” Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” jawab jam penuh keraguan.
“Bagaimana kalau 3.600 kali dalam satu jam?” “Dalam satu am harus berdetak 3.600 kali? Banyak sekali itu” tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam. “Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?””Nah, kalau begitu aku sanggup!” kata si jam dengan penuh antusias.
Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali





BURUNG DAN SECAWAN AIR

29 05 2010

Ada sebuah cerita. Lebih kurang begini ceritanya. Waktu itu Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup oleh raja namrud. Saking besarnya api pembakaran, sehingga manjadi pembakaran terbesar yang pernah ada di muka bumi ini. Nah, saat pembakaran tiu terjadi, ada seekor burung kecil yang membawa sebuah cawan berisi air. Burung itu kemudian menyiramkan air daari cawannya ke api tersebut, lalu pergi mengambil air lagi, dan menyiramkan lagi. Begitu seterusnya sehingga teman burung itu heran lalu bertanya kepada burung kecil tadi,”Hei kecil, mengapa kau mau susah-susah menyiramkan air?, api itu tidak akan padam hanya dengan air setitik air yang kau bawa”. Si burung kecil itu menjawab’”Sesungguhnya Allah tidak akan bertanya kenapa api itu tidak padam dengan airku, namun Allah pasti akan bertanya mengapa aku tidak melakukannya.”

Dari kisah itu mrngingatkan kita tentang organisasi pecinta lingkungan yang bernama “Green Peace”. Mereka rela untuk bersusah, demo soal ekologi , hingga dikejar-kejar dan ditangkapi polisi. Dari berbasah-basah mengejar kapal nuklirnya Rusia sampai dikejar-kejar keamanan pabrik. Dan itu mereka lakukan  untuk memperjuangkan prinsip mereka dan mereka sukarela mengerjakannya. Anehnya, mereka pada dasarnya adalah orang-orang kafir(non-islam) yang tidak punya sumber pegangan selain akal pikiran mereka. Namun mereka mau berpikir seperti burung kecil tadi, untuk melakukan sesuatu, walau sekecil apapun juga.

Ah andai saja mereka adalah muslim. Dan mereka berkompeten untuk membela dan berkorban demi agamanya.

Hal ini mengingatkan kita akan perjuangan mujahidin RI ini. Dahulu mereka berjuang untuk merebut kemerdekaan ini, dan mereka lagi-lagi TAK  DIBAYAR. Mereka begitu semangat untuk berjuang, karena mereka tahu, begitu mereka maju, maka mereka sudah mendapatkan kemenangan. Kemenangan dalam pertempuran, atau bisa jadi kemenangan meraih kesyahidan.

Jika orang-orang nonmuslim di Green Peace itu mampu untuk berlomba-lomba berkorban demi suatu tujuan yang tidak ada gunanya di akhirat nanti, lalu kenapa kita tidak? Kenapa kita tidak berusaha untuk aktif..? Merubah yang buruk menjadi lebih baik, meluruskan yang salah, dan aktif berjuang menolong agama Allah. Ingatlah bahwa Allah akan menolong siapa saja yang menolong agamanya. Dan itulah bayaran yang InsyaAllah aka kita terima. Sudah banyak contoh bahwa mereka yang berjuang di jalan Allah dengan ikhlas dan sepenuh hati , mereka mendapatkan kebahagiaan dan sesuatu yang tak diduga. Pesimis dalam memajukan Islam adalah kata-kata yang bodoh. Saya yakin jika burung yang menyiram api tersebut ada ribuan, bahkan jutaan, bukan mustahil, api tersebut akan padam. Dan pada akhirnya jadilah salahsatu dari burung-burung tersebut.

“Orang biasa hanya percaya pada hal yang mungkin. Orang luar biasa mampu menggambarkan dengan jelas banyak hal yang tidak mungkin, kemudian mengubahnya menjadi mungkin”





Hidup Tanpa Dosa

28 05 2010

Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya, “Ayah,
bisakah seseorang melewati seumur hidupnya tanpa
berbuat dosa?” Ayahnya menjawab sambil tersenyum : tak
mungkin, nak.

“Bisakah seseorang hidup setahun tanpa berbuat dosa?”
tanyanya lagi.
Ayahnya berkata: tak mungkin, nak.

“Bisakah seseorang hidup sebulan tanpa berbuat dosa?”
Lagi-lagi ayahnya berkata : tak mungkin, nak.

“Bisakah seseorang hidup sehari saja tanpa berbuat
dosa?” gadis kecil itu bertanya lagi.
Ayahnya mengernyitkan dahi dan berpikir keras untuk
menjawab: mmmm….. mungkin bisa, nak.

“Lalu…. bisakah seseorang hidup satu jam tanpa dosa?
Tanpa berbuat jahat untuk beberapa saat, hanya waktu
demi waktu saja, yah? Bisakah?”
Ayahnya tertawa dan berkata : Nah, kalau itu pasti
bisa, nak.

Gadis kecil itu tersenyum lega dan berkata : “Kalau
begitu ayah, aku mau memperhatikan hidupku jam demi
jam, waktu demi waktu, momen demi momen, supaya aku
bisa belajar tidak berbuat dosa. Kurasa hidup jam demi
jam lebih mudah dijalani, ya?”





TEST KEBAHAGIAAN

28 05 2010

Lingkari Ya atau Tidak untuk semua pertanyaan di bawah ini.

1. Lebih dari 700 juta orang di dunia kini dinilai PBB dalam kondisi kelaparan. Apakah Anda memiliki banyak makanan untuk dimakan? [Ya/Tidak]

2. Lebih dari 500 juta orang di dunia (lebih dari jumlah penduduk Indonesia) tidak memiliki rumah tetap untuk ditinggali. Anda punya rumah tetap untuk ditinggali? [Ya/Tidak]

3. Hanya 1 dari 7000 orang di dunia yang memiliki televise untuk ditonton. Apakah Anda punya televise untuk menghiburmu? [Ya/Tidak]

4.Lebih dari 800 juta orang di dunia hanya memiliki satu pakaian untuk dipakai. Lebih banyak dari itu tidak memiliki sepatu, tidak punya mantel, dan pakaian dalam. Apakah Anda punya cukup banyak pakaian untuk dipakai? [Ya/Tidak]

5.Lebih dari 700 juta orang di dunia meninggal setiap hari karena tak ada dokter atau pengobatan. Jika Anda sakit, apakah ada dokter atau obat-obatan yang membantu Anda sembuh? [Ya/Tidak]

6.Hanya 1 dari 8000 orang di dunia punya lemari es dan kompor gas di rumah. Apakah ada lemari es dan kompor gas (atau salah satunya) di rumah Anda? [Ya/Tidak]

7.Lebih dari 450 juta orang di dunia tidak memiliki radio, tape, atau CD Player. Apakah Anda memiliki semua benda tersebut atau salah satunya? [Ya/Tidak]

8.Hanya 1 dari 750 anak di dunia memiliki kesempatan untuk belajar membaca dan menulis. Apakah Anda memiliki kesempatan untuk belajar membaca dan menulis? [Ya/Tidak]

9.Hanya 1 dari 760 juta orang di dunia yang punya air panas dan dingin serta kamar mandi pribadi di dalam rumah. Apakah Anda juga memilikinya? [Ya/Tidak]

10.Lebih dari 960 juta orang di dunia tidak pernah pergi ke restoran/rumah makan. Apakah Anda termasuk diantara 960 juta orang tersebut? [Ya/Tidak]

Adakah alasan untuk tidak berbagi?





TAUSYIAH TENTANG SUKSES

28 05 2010

SUKSES BAGAI PEDANG BERMATA DUA, IA DAPAT MEMBUAT ANDA MATI MULIA ATAU MATI NISTA

Jangan menganggap sukses, orang yang hidupnya bertumpu pada penampilan dan gengsi

Nilai anda sesungguhnya diukur dari kedekatan anda pada Tuhan

Jika anda ingin sukses, jadilah seperti elang, berani sendirian dan terbang lebih tinggi dari burung lainnya

Nurani tak bisa dibohongi, yang bisa dibohongi adalah nafsu

Lebih baik terlambat memulai daripada menyesal karena tak pernah memulai

Keseimbangan Hidup

” Yang telah menciptakan tujuan langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang”

Bagianmu yang sesungguhnya dari dunia ini adalah yang membuatmu bermanfaat bagi orang lain

Orang sukses mati untuk hidup, orang gagal hidup untuk mati

Kebahagiaan bukan datang dating ketika anda menerima, tapi ketika anda memberi

Anda tertipu jika anda berjuang untuk membebaskan keinginan anda, bukan untuk membebaskan nurani anda

Jika anda betul betul bebas, takutlah hanya kepada Allah

Kebebasan tanpa sikap bijak akan membuat anda meluncur ke jurang kenistaan

Ketekunan berarti berpikir besar, melangkah kecil , bukan berpikir kecil, melangkah besar.

Jika anda yakin sedang memperjuangkan kebenaran, maka anda akan tetap merasa nyaman walau dalam kesulitan

Orang yang paling gila sesungguhnya adalah orang yang paling meremehkan Tuhannya

Nyaman dalam zona perasaan adalah tipuan, nyaman yang sejati ada dalam zona keyakinan

Jika anda ingin melihat Tuhan, maka kekanglah hawa nafsu anda

Tak ada kesuksesan jika tak dapat masuk surga.Tak ada kesuksesan jika anda masuk neraka

Jika anda bersaing dengan orang lain, anda akan lelah. Jika anda bersaing dengan diri anda sendiri, anda akan bergairah

Jangan percaya dengan keberuntungan anda, percayalah dengan usaha anda

Jangan tunggu termotivasi baru berbuat. Berbuatlah! Niscaya anda termotivasi!

Betapa banyak orang yang tertipu dengan pesoana dunia, betapa sedikit orang yang sadar pesona akhirat

Orang yang populer mengharapkan perhatian manusia, orang yang sukses mengharapkan perhatian Tuhan

Hidup ini adalah pilihan-pilihan . Memilih dan gagal lebih baik dari sekedar memilih-milih tanpa melangkah

Manusia biasa berpikir materialistis, manusia luar biasa berpikir spiritualistis

Manusia biasa hidup dengan mengisi waktu, manusia luar biasa hidup dnegan memanfaatkan waktu